Tebing Tinggi | CNNIndonesia : Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar dan Pertalite mencuat di SPBU 14.206.1136, Kelurahan Brohol, Kota Tebing Tinggi, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan dan keterangan sejumlah sumber, pengisian Solar dan Pertalite disebut dilakukan berulang kali kepada kendaraan tertentu tanpa menggunakan sistem barcode MyPertamina sebagaimana ketentuan resmi.
BBM diduga diangkut menggunakan jerigen, along along, becak bermotor, hingga kendaraan modifikasi.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut praktik tersebut berlangsung hampir setiap hari dan cenderung meningkat pada malam hari.
Para pembeli diduga tidak mengikuti prosedur digital yang diwajibkan, melainkan menyetorkan sejumlah uang yang disebut sebagai “uang fee” yang diberikan kepada operator dan diduga dibagi kepada manager dan pengawas SPBU agar dapat melakukan pengisian dalam jumlah besar dan berulang ulang.
Ini sudah berlangsung kegiatan ilegal seperti ini cukup lama.
Jika benar, pola ini mengarah pada dugaan praktik penjualan ilegal BBM subsidi yang berpotensi merugikan masyarakat kecil sebagai penerima hak.
Pihak Manejer SPBU HM Siregar, serta pengawas lapangan bernama Dk turut disebut dalam informasi yang berkembang.
Saat dikonfirmasi terpisah, pengawas yang disebut bernama Marga Saragih dikabarkan sempat memberikan pernyataan yang mengindikasikan adanya aktivitas pengisian tertentu.
Namun, Manejer HM Siregar membantah adanya pelanggaran prosedur. Perbedaan pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan internal dan transparansi operasional SPBU tersebut.
Apabila dugaan ini terbukti, praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan distribusi BBM subsidi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 serta regulasi teknis penyaluran berbasis barcode.
Sanksi administratif hingga penghentian pasokan dapat dijatuhkan oleh PT Pertamina Patra Niaga, bahkan berpotensi masuk ranah pidana apabila ditemukan unsur kesengajaan dan keuntungan melawan hukum. Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi lanjutan kepada manajemen SPBU dan aparat penegak hukum masih terus dilakukan. (Red/tim).
