Medan | CNNIndonesia : Musda DPD Golkar Sumatera Utara kembali menjadi sorotan setelah muncul nama M. Rahmaddian Shah sebagai sosok yang paling layak memimpin partai di provinsi Sumatera Utara.
Loyalitas Rahmaddian kepada Golkar, khususnya di DPD Kota Medan, tak lagi diragukan; ia selalu menjalankan perintah organisasi dengan penuh dedikasi dan berhasil mengkonsolidasikan kader di tingkat akar rumput.
Ardiansyah Nasution sebagai Ketua KNPI Medan Denai sangat tegas atas pernyataan sikap, Minggu (4/1/2026).
"Jika Bang Ijeck tidak diberikan restu untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Sumut, Ketua DPD Golkar Kota Medan menyatakan kesiapannya maju sebagai calon alternatif. “Kami tidak akan membiarkan kepemimpinan partai terganggu. Jika DPP pusat menolak, kami tetap siap melanjutkan estafet kepemimpinan,” tegasnya dalam pernyataan sikap Ardiansyah Nst.
Namun, keputusan DPP Golkar pusat yang belum memberi lampu hijau menimbulkan tanda tanya besar. Banyak pihak mempertanyakan apa motif di balik sikap tersebut, mengingat Golkar Sumut selama ini berada dalam keadaan harmonis berkat kepemimpinan Bang Ijeck. “Mau mengobok‑obok partai yang sudah terbukti kuat? Ini tidak adil bagi kader yang telah berjuang,” kritiknya.
Golkar Sumut sendiri berhasil meraih hasil gemilang pada Pemilu 2024, sebuah prestasi yang tak lepas dari kerja keras Bang Ijeck dan timnya. Oleh karena itu, DPP Golkar pusat diharapkan lebih menghargai kontribusi tersebut dan tidak mengkotak‑kotakkan hasil kerja keras yang telah mengantarkan partai menjadi peraih suara terbanyak di provinsi.
Akhirnya, para kader mengajak DPP Golkar pusat untuk bersikap bijak dan memberi kepercayaan kepada Rahmaddian Shah, SH sebagai pemimpin baru DPD Golkar Sumut. “Tanpa Bang Ijeck, Golkar Sumut tidak akan sebesar ini. Mari kita dukung Musda dengan memilih sosok yang memang telah terbukti loyal dan berprestasi,” tutup Ketua KNPI Kec. Medan Denai Ardiansyah Nst. (Iwan S)
